6 Langkah Tahu Apa Calon yang Kamu Hadapi ialah Seseorang Programmer Palsu


Kita semua sempat dengar beberapa vs dari narasi seperti ini: Calon X lakukan tes interviu untuk tempat programmer. X tampak pintar, pandai memiliki pendapat, serta kompeten, jadi dia dipekerjakan waktu itu juga.Beberapa waktu lalu, team perekrut kuatir, sebab nyatanya X tidak miliki potensi coding.

Pada titik ini, telah terlambat untuk memulihkan sumber daya perusahaan serta jam kerja yang dihabiskan oleh penipu ini, hingga hanya satu jalan keluar ialah memecatnya. X lantas kembali jadi intimidasi pada perusahaan tehnologi lainnya yang tidak mencurigainya.

Bila kamu cukuplah apes hingga bukan sekedar sempat dengar tetapi sempat juga alami hal ini, jadi kamu tentu tahu jika programmer palsu seperti X ini begitu susah untuk diungkap. Mereka yang pandai bahkan juga bisa jadi mengingat cukuplah banyak slogan (untuk sesaat waktu) hingga sukses menipu beberapa programmer memiliki pengalaman sekalinya.

Jadi, bagaimana kamu bisa pastikan jika anak muda penuh semangat yang tengah kamu wawancarai bukan seseorang programmer palsu, terpenting bila kamu sendiri bukan seseorang programmer? Jalan keluar sangat jelas yaitu dengan minta temanmu yang disebut seseorang programmer mengikuti proses rekrutmen.

Diluar itu, tersebut enam jalan keluar yang lain yang bisa membantumu dalam proses penerimaan programmer

1. Mengaplikasikan tes diagnostik dalam tempat

Ini ialah satu jalan keluar yang sangat jelas, tapi jalan keluar ini sangat tergantung pada type tes yang kamu aplikasikan. Janganlah memberi pertanyaan yang menuntut type jawaban berdasar pada hafalan saja. Demikian sebaliknya, mintalah beberapa calon calon mengakhiri pekerjaan coding praktis serta membuahkan program yang bisa digerakkan. Dengan begitu, kamu bisa tahu apa potensi mereka sama dengan yang mereka jelaskan, atau cuma bualan semata-mata.

Basis online seperti Quora serta Reddit ialah sumber yang berguna bila kamu bingung saat pilih type tes yang pas. Kamu tetap dapat menanyakan pada rekan atau kolega dengan ketrampilan pemrograman untuk membantumu mengecek hasil tesnya. 

2. Beri pertanyaan berkaitan aplikasi coding dalam dunia riil

Seni pemrograman ialah mengenai kepraktisan. Kode “tercantik” akan tidak miliki makna bila tidak dapat berperan sama dengan keperluan. Dengan begitu, programmer palsu akan “tertangkap” saat mereka tidak dapat mengartikan beberapa kata kunci pemrograman paling baru yang mereka kenali jadi satu kode yang bisa menjalankan program dii dunia riil.

Tanyakanlah pada mereka bagaimana mereka bisa memakai fitur-fitur ini untuk melakukan perbaikan skema serta kerangka kerja yang sudah ada. Bila mereka tidak dapat memberi jawaban yang memuaskan, mungkin mereka tidak betul-betul tahu makna dari arti itu.

3. Miliki potensi bekerja bersama dalam team

Cuma sebab seseorang programmer habiskan waktu berjam-jam sendirian di muka monitor, bukan bermakna mereka bisa tidak miliki pengetahuan mengenai langkah kerja dalam team.

Programmer terunggul umumnya tuliskan kode yang lengkap dan jelas hingga anggota timnya bisa dengan gampang melakukan modifikasi kode itu. Kualitas ini ialah satu standard yang diinginkan dipunyai oleh beberapa programmer.

Coba tanyakanlah pada beberapa calon mengenai pengalamannya kerja dalam satu team, serta apakah yang mereka kerjakan untuk pastikan jika kode yang sudah mereka catat pas untuk kerangka kode yang semakin besar. Lakukan tes simpel pada kode yang mereka catat dapat juga tunjukkan apa kode itu berbentuk serasi dengan kode lainnya atau justru berbelit.

4. Berhati-hatilah pada calon yang sangat yakin diri

Dalam profesi yang menuntut potensi intens seperti programmer, potensi menulis kode tambah lebih diprioritaskan dibanding segi penilaian interviu tradisionil seperti artikulasi yang baik serta perasaan yakin diri yang tinggi. Programmer berdedikasi mengerti ini, hingga mereka umumnya konsentrasi untuk tingkatkan potensi programming dibanding tingkatkan daya tarik yang lain.

Bukan bermakna calon yang bicara dengan baik ialah seseorang penipu. Kamu cuma mesti berupaya lebih keras (seperti rincian diatas) untuk memverifikasi bila calon yang tampak kompeten waktu proses interviu miliki potensi praktis yang memberi dukungan perkataannya.

5. Dapatkan bukti riil dari semangat yang calon perlihatkan

Adalah satu perihal yang gampang untuk menjelaskan jika kamu senang programming. Tetapi tambah lebih susah untuk menunjukkan kesukaan itu. Janganlah dibiarkan beberapa calon lolos dengan narasi mereka yang tidak jelas mengenai aplikasi yang mereka bangun sewaktu kuliah. Tanyakanlah perihal yang lebih detil, contoh:
  • Perihal apa yang memberikan inspirasi mereka saat menulis kode itu, serta 
  • Apakah yang akan mereka ganti bila miliki peluang mengerjakannya saat ini. 
Calon mungkin yang mempunyai potensi programming akan dengan gampang bercerita cerita epik mengenai permasalahan yang sempat mereka hadapi, bahkan juga rata-rata calon biasa ikut miliki pengalaman menarik. Di lain sisi, beberapa penipu akan coba meremehkan pertanyaan itu atau menjawab dengan arti yang sangat mum.

6. Cermati resume yang memberikan beberapa puluh bahasa pemrograman

Rata-rata orang yang diwawancarai untuk tempat programmer tingkat pemula belumlah memiliki pengalaman yang cukuplah banyak untuk kuasai beberapa puluh type bahasa pemrograman. Umumnya lulusan baru umumnya cuma kuasai beberapa macam bahasa pemrograman saja.

Bila ada calon yang memberikan di resume nya jika dia dapat kuasai sebagian besar bahasa pemrograman, kemungkinan dia sudah melebih-lebihkan kekuatannya.

Janganlah kaget bila calon dengan resume semacam itu tampak kebingungan saat proses interviu. Oleh karenanya, selidiki lah selanjutnya.

Akan tetapi kami harus tetap menjelaskan ini: tidak ada langkah prima untuk tahu bukti palsu yang dikasihkan pada perusahaanmu. Beberapa penipu sangat cerdas agar bisa didapati. Akan tetapi dengan tip-tip diatas, sekurang-kurangnya kamu bisa terlepas dari sejumlah besar penipu.

Post a Comment

0 Comments